Sabtu, 27 April 2013

NABI YUSUF A.S (PART 2)

Di dalam lembaran-lembaran perjanjian lama disebutkan bahawa Nabi Yusuf menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya. Tidak terdapat isyarat Al-Qur'an yang menunjukkan hal itu. Kalau memang demikian, nescaya saudara-saudaranya akan menceritakan hal itu dan kedengkian mereka akan semakin bertambah sehingga mereka segera membunuhnya. Yusuf percaya dengan pesan ayahnya dan ia tidak menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya. Meskipun demikian, saudara-saudaranya tetap berniat jahat padanya. Salah seorang mereka berkata: "Mengapa ayah kita lebih mencintai Yusuf daripada kita?" Saudara yang kedua berkata: "Barangkali kerana ketampanannya." Saudara ketiga berkata: 'Yusuf dan saudaranya kedua-duanya mendapat tempat di hati ayahnya." Saudara yang pertama berkata: "Sungguh ayah kita telah sesat." Salah seorang mereka mengusulkan sebuah rancangan "Kalau begitu bunuhlah Yusuf." "Mengapa kita membunuhnya? lebih baik kita membuangnya di bumi yang jauh. Mengapa kita tidak membunuhnya, lalu kita merasa tenang." Salah seorang di antara mereka berkata: "Mengapa ia harus dibunuh? Apakah kamu ingin menghindar darinya? Kalau begitu, lebih baik kita membuangnya ke dalam telaga yang di situ menjadi tempat laluan para kafilah. Maka  itu akan mengambilnya dan membawanya ke tempat yang jauh sehingga ia jauh dari wajah ayahnya. Dengan jauhnya Yusuf, maka tujuan kita tercapai. Kemudian setelah itu, kita bertaubat dari kejahatan kita dan kita kembali menjadi orang-orang yang baik."
Perbualan tersebut terus berlanjutan setelah timbul rancangan untuk memasukan Yusuf ke telaga. Kemudian timbullah rancangan untuk menjauhkan dan membuang Yusuf. Dari sini kita memahami bahawa saudara-saudara Yusuf, meskipun kejahatan mereka dan kedengkian mereka sangat kental, namun dalam had mereka masih tersisa titik-titik kebaikan. Akhirnya, rancangan untuk membuangnya ke telaga diputuskan. Kemudian mereka sepakat untuk melaksanakan rancangan itu:
"Mereka berkata: 'Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya. Biarkan dia pergi bersama kami esok pagi, agar ia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya.' Berkata Yakub: 'Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkankanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah darinya. Mereka berkata: 'Jika ia benar- benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang rugi.'" (QS. Yusuf: 11-14)
Terjadilah dialog antara mereka dan ayahnya dengan penuh kelembutan dan dendam yang tersembunyi. Mengapa engkau tidak merasa aman ketika kami pergi dengan Yusuf? Apakah Yusuf dapat menjadi saudara kandung kami, lalu mengapa engkau khawatir kepada kami jika kami membawanya. Bukankah kami mencintainya dan nanti akan menjaganya. Mengapa engkau tidak membiarkannya pergi bersama kami besok untuk bersenang-senang dan bermain. Bukankah ketika ia pergi dan main-main, itu dapat menghiburnya? Lihatlah wajahnya tampak pucat kerana ia sering berdiam di rumah, seharusnya ia harus bermain agar tampak ceria. Masalahnya adalah, Yakub khawatir terhadap serigala-serigala gurun. Apakah yang dimaksud Yakub adalah serigala-serigala yang ada dalam diri mereka atau serigala-serigala hakiki, yaitu binatang yang buas? Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Mereka membujuk ayahnya agar mengizinkan Yusuf pergi dengan mereka. Akhirnya, mereka berhasil meyakinkan ayahnya yang sangat khawatir kalau-kalau Yusuf dimakan oleh serigala. Apakah ini masuk akal? Kami sepuluh orang laki-laki, maka mana mungkin kami yang banyak ini lalai darinya? Sungguh kami akan kehilangan sifat kejantanan kami seandainya terjadi peristiwa itu. Kami jamin bahawa tidak ada seekor serigala pun yang akan memakannya. Kerana itu, tidak ada yang perlu dikhuatirkan. Si ayah berdiri di bawah tekanan anak-anaknya. Mereka pun berhasil menemani Yusuf pada hari berikutnya dan pergi dengannya ke gurun. Mereka menuju tempat yang jauh yang belum pernah mereka berjalan sejauh itu. Mereka mencari telaga yang di situ sering dilewati oleh para kafilah dan mereka berencana untuk memasukan Yusuf ke dalam telaga itu. Allah s.w.t mengilhamkan kepada Yusuf bahawa ia akan selamat, maka ia tidak perlu takut. Allah s.w.t menjamin bahawa Yusuf akan bertemu dengan mereka pada suatu hari dan akan memberitahu mereka apa yang mereka lakukan kepadanya.
Selesailah satu adegan dan akan dimulai adegan yang lain. Kita bisa membayangkan bahawa Yusuf sempat melakukan perlawanan kepada mereka namun mereka memukulinya dan mereka memerintahnya untuk melepas bajunya, lalu mereka menceburkannya ke dalam telaga dalam keadaan telanjang. Kemudian Allah s.w.t mewahyukan kepadanya bahawa ia akan selamat dan kerananya ia tidak perlu takut. Di dalam telaga itu terdapat air, namun tubuh Nabi Yusuf tidak terkena hal yang membahayakan. Ia sendirian duduk di telaga itu, kemudian ia bergantungan dengan batu:
"Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di petang hari sambil menangis. Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Yakub berkata: 'Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.'" (QS. Yusuf: 16- 18)
Peristiwa ini terjadi di malam yang gelap. Tetapi kegelapan itu segera dipecah oleh tangisan sepuluh orang lelaki. Sementara itu, si ayah duduk di rumahnya lalu anak-anaknya masuk menemuinya di tengah-tengah malam di mana kegelapan malam menyembunyikan kegelapan had dan kegelapan kebohongan yang siap ditampakkan. Nabi Yakub bertanya: "Mengapa kamu semua menangis? Apakah terjadi sesuatu pada kambing? Mereka berkata sambil meningkatkan tangisannya:
"Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan pernah percaya kami, walaupun kami adalah orang-orang yang benar. " (QS. Yusuf: 17)
"Setelah kembalinya kita dari  larian, kita dikejutkan ketika melihat Yusuf telah berada di perut serigala. Kita tidak menemukan Yusuf. Mungkin engkau tidak percaya kepada kami meskipun kami jujur, tetapi kami menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi. Kita tidak berbohong kepadamu. Sungguh Yusuf telah dimakan oleh serigala. Inilah pakaian Yusuf. Kita menemukan pakaian Yusuf berlumuran darah sedangkan Yusuf tidak kita temukan:

NABI YUSUF A.S (PART 1)




Nabi Yusuf adalah putera ke tujuh daripada dua belas putera-puteri Nabi Ya'qub. Ia dengan adiknya yang bernama Benyamin adalah beribukan Rahil, saudara sepupu Nabi Ya'qub. Ia dikurniakan Allah rupa yang bagus, paras tampan dan tubuh yang tegap yang menjadikan idaman setiap wanita dan kenangan gadis-gadis remaja. Ia adalah anak yang dimanjakan oleh ayahnya, lebih disayang dan dicintai dibandingkan dengan saudara- saudaranya yang lain, terutamanya setelah ditinggalkan iaitu wafatnya ibu kandungnya Rahil semasa ia masih berusia dua belas tahun.

Perlakuan yang diskriminatif dari Nabi Ya'qub terhadap anak-anaknya telah menimbulkan rasa iri-hati dan dengki di antara saudara-saudara Yusuf yang lain, yang merasakan bahawa mereka dianak-tirikan oleh ayahnya yang tidak adil sesama anak, memanjakan Yusuf lebih daripada yang lain.

Rasa jengkel mereka terhadap kepada ayahnya dan iri-hati terhadap Yusuf membangkitkan rasa setia kawan antara saudara-saudara Yusuf, persatuan dan rasa persaudaraan yang akrab di antara mereka. Kisah Nabi Yusuf terdapat dalam satu surah penuh yang juga bernama surah Yusuf. Disebutkan bahawa sebab turunnya surah Yusuf adalah kerana orang-orang Yahudi meminta kepada Rasulullah saw untuk menceritakan kepada mereka kisah Nabi Yusuf. Kisah Nabi Yusuf telah mengalami perubahan pada sebahagiannya dan terdapat penambahan pada sebahagiannya. Lalu Allah s.w.t menurunkan satu surah penuh yang secara terperinci menceritakan kisah Nabi Yusuf.

Allah s.w.t berfirman:

"Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahuinya. " (QS. Yusuf: 3)

Para ulama berbeza pendapat dalam hal mengapa kisah ini disebut dengan kisah yang terbaik? Ada yang mengatakan bahawa kisah ini memiliki keistimewaan dibandingkan dengan kisah-kisah Al-Qur'an yang lain dilihat dari sisi kandungannya yang memuat berbagai ungkapan dan hikmah. Ada yang mengatakan kerana Nabi Yusuf mengampuni saudara- saudaranya dan bersikap sabar atas tindakan mereka. Ada yang mengatakan lagi bahawa kerana di dalamnya terdapat kisah para nabi dan orang-orang soleh, terdapat juga pelajaran tentang kehormatan diri dan adanya godaan, kehidupan para raja, lelaki dan wanita, tipu daya kaum wanita, di dalamnya juga disebut tentang aspek tauhid dan fiqih, pengungkapan mimpi dan penakwilannya. Di samping itu, ia adalah surah yang penuh dengan peristiwa-peristiwa dan petualangan emosi (perasaan atau cinta). Ada yang mengatakan bahawa ia disebut sebagai kisah yang terbaik kerana semua orang-orang yang disebut di dalamnya pada akhirnya mendapatkan kebahagiaan. Alhasil, kita percaya bahawa terdapat sebab penting di balik keistimewaan kisah ini. Kisah dalam surah tersebut bermuara dari awal sampai akhir pada satu bentuk di mana Anda akan merasakan adanya kekuasaan Allah s.w.t dan terlaksananya perintah-Nya meskipun banyak manusia berusaha menentangnya:

"Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya. " (QS. Yusuf: 21)

Nabi Yusuf mendapatkan berbagai ujian dalam hidupnya. Beliau menghadapi persekongkolan jahat yang justru datang dari orang-orang yang dekat dengannya, yaitu saudara-saudaranya. Mereka merencanakan untuk membunuhnya. Rencana itu mereka buat saat Yusuf masih kecil. Kemudian Yusuf dijual di pasar budak di Mesir lalu ia dibeli dengan harga yang sangat murah. Kemudian beliau menghadapi rayuan dari isteri seorang lelaki yang memiliki jabatan penting. Ketika ia menolak rayuannya, ia pun dimasukan ke dalam penjara. Dalam beberapa waktu, beliau menjadi tahanan di penjara. Meskipun mendapatkan berbagai kehinaan ini, pada akhirnya beliau mampu menduduki tampuk kepemimpinan di Mesir. Beliau menjadi menteri dari raja yang pertama. Ia memulai dakwahnya di jalan Allah s.w.t dari atas panggung kekuasaan. Ia melaksanakan rencana Allah s.w.t dan menunaikan perintah-Nya. Demikianlah kandungan dari kisahnya.

Kisah tersebut seolah-olah menggambarkan suatu adegan filem yang sangat mengagumkan, episod demi episod. Di samping itu, Anda akan dihadapkan pada satu bahagian dari bahagian-bahagian peristiwa yang membuat Anda tercengang dan cukup mengganggu daya imaginasi Anda. Itu adalah kisah seni yang sangat mengesankan yang tidak mampu diungkapkan oleh seniman mana pun dari kalangan manusia. Pada mulanya kisah itu mengungkap mimpi dan pada akhirnya menakwilkan mimpi ini. Mimpi para nabi pasti selalu berisi kebenaran, di mana Allah s.w.t menyingkapkan di dalamnya berbagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada awal kisah, kita tidak mengetahui bahawa Yusuf adalah seorang Nabi. Begitu juga konteks Al-Qur'an terkesan menyembunyikan nama ayahnya, yaitu Nabi Yakub sebagaimana disampaikan oleh Nabi saw. Jadi, kita berhak untuk merenungkan mimpi tersebut dengan penuh kehairanan. Layar akal pertama-tama menampilkan pemandangan mimpi. Perhatikanlah filem yang dimulai dengan mimpi. Mimpi identik dengan tidur, dan permulaan kisah apa pun yang dimulai dengan tidur tidak terlepas dari rasa ngantuk. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah faktor-faktor daya tarik cerita itu sendiri. Al- Qur'an menceritakan bagaimana Nabi Yusuf menyampaikan mimpinya kepada ayahnya:

"(Ingatlah), Ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: 'Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku."' (QS. Yusuf: 4)

Amatilah bentuk tentangan yang diwujudkan oleh adanya mimpi yang membangkitkan daya khayal. Perhatikanlah potensi imaginasi bagaimana ia menjalankan aktivitinya. Sesungguhnya otak manusia merupakan sumber masalah di mana ia menciptakan di dalamnya suatu gambar dari sujudnya matahari, bulan dan bintang. Dengan gambaran mukjizat ini yang menentang imaginasi para ahli seni dan filem, kisah Nabi Yusuf dimulai. Atau, dimulailah video visual dari kisah Nabi Yusuf sebagaimana yang diceritakan oleh Allah s.w.t dalam kitab-Nya. Nabi Yusuf melihat mimpi dan ia sekarang membeberkannya kepada ayahnya:

"Ayahnya berkata: 'Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.'" (QS. Yusuf: 5)

Si ayah mengingatkannya agar jangan sampai ia menceritakannya kepada saudara-saudaranya. Sesungguhnya saudara-saudara Nabi Yusuf tidak mencintainya dan tidak menyukai kedekatannya dengan ayahnya, dan mereka juga tidak simpati dengan perhatian si ayah padanya. Yusuf bukanlah saudara kandung mereka di mana Nabi Yakub menikahi isteri kedua yang tidak melahirkan baginya anak-anaknya dan lahirlah darinya Yusuf dan saudara kandungnya. Yusuf bin Yakub dan Yakub bin Ishak bin Ibrahim. Salasilah suci dalam kitaran suci. Ketika mendengar mimpi anaknya, Nabi Yakub merasa bahawa anaknya itu akan mengembang suatu urusan besar, yaitu kitaran kenabian yang berada di sekitarnya. Sebahagian ulama berkata: "Nabi Yakub merasa bahawa Allah s.w.t memilih Yusuf melalui mimpi ini": •

"Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi nabi) dan di ajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari tabir mimpi-mimpi." (QS. Yusuf: 6)

Makna takwil adalah mengetahui akhir dari sesuatu dan kemampuan untuk menyingkap suatu kesimpulan, juga mengetahui rahsia yang belum terjadi. Lalu apa yang dimaksud dengan alhadis? Mereka mengatakan bahawa ia adalah mimpi. Nabi Yusuf akan mampu mentafsirkan mimpi di mana melalui simbol-simbolnya yang tersembunyi, ia mampu melihat apa yang akan terjadi di masa depan. Ada yang mengatakan bahawa alhadis adalah peristiwa-peristiwa. Nabi Yusuf akan mengetahui kesudahan dari suatu peristiwa, baik dari permulaannya dan akhirannya. Allah s.w.t akan memberikan ilham padanya sehingga ia mengetahui takwil mimpi.

"Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. Yusuf: 6)

Pada akhir pembicaraannya, Nabi Yusuf mengembalikan ilmu dan hikmah kepada Allah s.w.t. Sebahagian ulama ada yang mengatakan bahawa ayat tersebut bukan termasuk bahagian dari dialog Nabi Yakub bersama anaknya Yusuf, namun ia merupakan pujian dari Allah s.w.t terhadap Yusuf. Perkataan tersebut dimasukan dalam rangkaian kisah sejak permulaannya, padahal ia bukan bahagian darinya. Jadi, sejak semula Nabi Yusuf dan Nabi Yakub tidak mengetahui takwil dari mimpinya. Kami memilih pendapat ini (pendapat ini dikemukakan oleh al-Qurthubi dalam tafsirnya: Al-Jami' li Ahkamil Qur'an. Kalau begitu, kita memahami dialog dalam bentuk pemahaman yang lain. Sesungguhnya Allah s.w.t menceritakan di sini bagaimana Dia memilih Yusuf. Ini bererti proses kenabian Yusuf, dan bukan mengajarinya untuk menakwilkan mimpi serta memberitahunya tentang hakikat simbol-simbol yang ada dalam kehidupan atau dalam mimpi, selain mukjizat-mukjizatnya sebagai seorang nabi. Dan Allah s.w.t Maha Mengetahui kepada siapa agamanya diserahkan. Nabi Yakub mendengarkan mimpi anaknya dan mengingatkannya agar jangan menceritakannnya kepada saudara- saudaranya. Yusuf memenuhi permintaan ayahnya. Ia tidak menceritakan pada saudara-saudaranya apa yang dilihatnya. Yusuf berprasangka bahawa mereka membencinya sampai pada batas di mana sulit baginya untuk merasa nyaman bersama mereka, dan kemudian menceritakan kepada mereka rahsia-rahsianya yang khusus dan mimpi-mimpinya. Tersembunyilah penampilan Nabi Yakub dan anaknya, lalu layar filem menampilkan kejadian lain, yaitu saudara-saudara Nabi Yusuf yang membuat persengkokolan:

"Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya. (Yaitu) ketika mereka berkata: Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita ada dalam kekeliruan yang nyata. Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia he suatu (daerah yang tidak di kenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik. Seorang di antara mereka berkata: 'Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dalam telaga, supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat. " (QS. Yusuf: 7-10)

Jumaat, 26 April 2013

.: SAIDATINA KHADIJAH BT KHUWAILID (PART 3/AKHIR) :.

Wanita Teladan Sepanjang Zaman
Ditakdirkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, di usia 65 tahun iaitu 3 tahun sebelum Hijrah, Khadijah radhiallahu anha kembali kepadaNya di saat-saat dakwah melalui fasa genting yang bakal menentukan kelangsungannya. Pemergian beliau ditangisi Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam, berlaku dalam selang waktu yang singkat selepas meninggalnya Abu Thalib, bapa saudara baginda. Sejak tahun kesedihan tersebut, hambatan-hambatan dakwah yang semakin getir dengan gangguan yang tidak putus-putus mula berani dilakukan oleh kaum kafir Musyrikin di Makkah. 
Sesungguhnya nama Khadijah tercatat di dalam sirah sebagai wanita pilihan sehingga namanya disebut-sebut di kalangan penduduk langit dan bumi. Kemuliaan itu telah diraihnya sejak masih ada di muka dunia. Tatkala Jibril Alaihi Sallam datang kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan mengatakan,  
“Wahai Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam. Ini dia Khadijah. Dia akan datang membawa bejana berisi makanan atau minuman. Bila ia datang kepadamu, sampaikanlah salam padanya dari Rabbnya dan dariku, dan sampaikan pula khabar gembira tentang rumah buatnya di dalam syurga dari mutiara, yang tak ada keributan di dalamnya, dan tidak pula keletihan”. Khadijah lantas menjawab salam itu dengan katanya: “Allah Maha Penyelamat, daripada-Nya keselamatan dan kepada-Nya pula kembali keselamatan. Semoga keselamatan atas Malaikat Jibril.” [HR. Bukhari dalam Shahih Bukhari, Bab Perkahwinan Nabi SAW dengan Khadijah dan Keutamaannya, 1/539] 
Wahai Muslimah yang dirahmati Allah! Sesungguhnya istana tersebut adalah jauh lebih baik dari pada gemerlapnya dunia fana yang telah memperdayakanmu. Dan ini adalah sebaik-baik khabar gembira dibandingkan dunia dan segala isinya. Tidakkah kalian ingin mendapatkannya pula?
P/S :Ya Allah! Betapa mulianya Khadijah binti Khuwailid, As-Sayyidah Ath-Thahirah. Seorang isteri yang setia dan tulus, mukminah mujahidah di jalan deenNya dengan seluruh apa yang dimilikinya dari perbendaharaan dunia. Semoga Allah memberikan balasan yang paling baik kerana jasa-jasanya terhadap Islam dan umat Islam seluruhnya.

.: SAIDATINA KHADIJAH BT KHUWAILID (PART 2) :.




Perawat Duka, Khairul Anam

Wanita mulia inilah menjadi perawat duka suaminya di saat penurunan al-Haq melalui perantaraan Jibril alaihi sallam yang menggoncang hati Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. “Aku khuatir akan terjadi sesuatu pada diriku”. Diselimutinya Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam sehingga beliau kembali tenang dan hilang rasa ketakutannya. Dengan tenang dan lembut, beliau yang mengalirkan tutur kata penuh hikmah dari lisannya lantas membiaskan ketenangan di dalam dada suaminya,

“Demi Allah, Allah tidak akan menyusahkan dirimu selama-lamanya. Bergembira dan teguhkanlah hatimu. Sesungguhnya engkau seorang yang suka menyambung tali persaudaraan, suka menanggung beban orang (yang kurang bernasib baik), menghormati tetamu, memberikan sesuatu kepada orang yang tidak mampu, bercakap benar dan memberikan bantuan kepada mereka yang ditimpa bencana”. 

Sesungguhnya beliau telah menjalankan peranan politiknya dengan ketajaman dan kepekaan akalnya yang menjadikan beliau mampu untuk mencermati serta memahami dengan jelas masalah wahyu dan risalah yang diterima oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam,

”Terimalah khabar gembira dan teguhkanlah hatimu! Demi Zat yang diriku di tanganNya, sesungguhnya aku berharap engkau menjadi Nabi umat ini”. 

Perkhabaran dari Waraqah menjadikan beliau mampu memahami peranan yang bakal dipikul oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam dengan turunnya wahyu tersebut.

”Khadijah, kalau engkau masih percaya kepadaku, sesungguhnya telah datang ”an-nams  al-akbar” kepadanya. Dia adalah Nabi umat ini. Maka katakanlah kepadanya agar dia berteguh hati”. 

Baginda bukan sahaja seorang suami, atau ayah kepada anak-anaknya, tetapi juga Utusan Allah dalam menyampaikan wahyu dan risalahNya untuk umat yang ada pada ketika itu sehinggalah ke hari kiamat. 

Di sinilah titik mula kepada sebuah pengorbanan yang tiada surut dan gantinya. Beliau jugalah manusia pertama yang solat di belakang Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam bersama Saidina Ali radhiallahu anhu. Terus mengalir dukungan dan pertolongan dari beliau dalam menghadapi kaumnya. Beliaulah yang membantu Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam dalam mengibarkan bendera Islam, tegar bersama Rasulullah sebagai angkatan pertama. Setiap kali beliau mendengar kata-kata kesat yang dilontarkan kepada suamninya, beliaulah yang setia di sisi baginda dan meringankan beban perasaan yang sangat berat ditanggung oleh kalbu manusia terpilih.

Bukan hanya itu sahaja kebaikan Khadijah radhialllahu anha. Beliau mengorbankan setiap harta yang dimiliki kepada suaminya. Bahkan, ketika Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam menampakkan rasa senangnya pada Zaid bin Haritsah, seorang hamba miliknya, beliau segera menghibahkan hamba itu kepada suaminya. Zaid diangkat sebagai orang yang sangat dekat di sisi Rasulullah dengan menjadi anak angkat baginda sendiri. Turut tercatat, Zaid memperolehi kemuliaan sebagai salah seorang dari saf pertama yang mengimani dakwah Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam. 

Sebagai seorang isteri, beliau merupakan pendorong utama bagi Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam untuk selalu giat berdakwah, bersemangat dan tidak kenal menyerah. Beliau juga selalu berusaha meringankan beban berat di bahu Rasulullah. Kebijakan, kesetiaan dan banyak lagi kebaikan Khadijah tidak pernah lepas dari ingatan baginda Rasul. Bahkan sehingga Khadijah meninggal dunia. Beliau benar-benar seorang isteri yang mendapat tempat tersendiri di dalam hati Nabi Allah ini. Betapa kasihnya baginda terhadap Khadijah sebagaimana di buktikan dari penceritaan Saidatina ‘Aisyah radhiallahu anha. 

“Belum pernah aku cemburu terhadap isteri-isteri Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam sebagaimana cemburunya aku kepada Khadijah, padahal aku tidak pernah melihatnya. Tetapi Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam selalu menyebut-nyebut namanya, bahkan adakalanya menyembelih kambing dan diberikannya kepada sahabat-sahabat Khadijah. Bahkan pernah aku berkata, “Bukankah Khadijah itu seorang wanita tua? Bukankah Allah sudah memberikan kepadamu pengganti, isteri yang lebih muda dan baik daripadanya?”. Lalu Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam menyebut, “Tidak! Demi Allah !Dia Subhanahu wa Ta’ala tidak memberikan seorang pengganti yang lebih baik daripadanya. Dia (Khadijah) telah beriman kepadaku pada saat orang-orang mengingkariku. Dia membenarkan ajaran yang aku bawa di saat orang-orang mendustakanku. Khadijah  membantuku dengan menginfakkan segenap hartanya ketika orang-orang menahan hartanya dariku dan Allah mengurniakanku beberapa orang zuriat dari rahimnya yang tidak diberikan oleh isteri-isteri yang lain” . [HR. Ahmad, Al-Isti’ab karya Ibnu Abdil Ba’ar].

Ummul Mukminin ini sentiasa berada di samping Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam dan memberikan pembelaan terhadap baginda. Beliau juga bergabung bersama Rasulullah dan kaum Muslimin dalam memikul penderitaan lantaran sikap kaumnya yang mendustakan dan melecehkan dakwah baginda. Kesabaran dan keredhaan Khadijah dapat dilihat dengan jelas dalam siri hambatan terhadap dakwah Rasulullah, termasuklah dalam fasa pemboikotan terhadap Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib oleh orang-orang Quraisy yang selama ini menjadi pelindung kepada Rasulullah.

.: SAIDATINA KHADIJAH BT KHUWAILID (PART 1) :.


”Demi Allah! Dia (Khadijah) beriman kepadaku disaat orang-orang mengingkariku. Dia membenarkanku di saat semua orang mendustakanku. Dan dia membantuku dengan menginfakkan segenap hartanya ketika semua orang menahan hartanya dariku dan Allah telah mengurniakan beberapa orang zuriat dari rahimnya yang tidak aku perolehi dari isteri-isteriku yang lain”. [HR Ahmad, Al-Isti’ab karya Ibnu Abdil Ba’ar].

Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin 'Abdil 'Uzza bin Qushay Al-Qurasyiyah Al-Asadiyah radhiyallahu'anha. Muslim manakah yang tidak pernah mendengar sebutan namanya?.  Siapakah yang menyangka di saat itu, keharuman peribadinya kelak akan merebak di sepanjang sejarah Islam di dada setiap kaum Muslimin? Siapakah yang terfikir bahawa wanita mulia ini akan dikurniakan satu keutamaan yang amat besar yang tidak pernah diperolehi oleh sekalian hamba Allah sejak penciptaan insan? Siapakah yang menduga bahawa wanita cantik jelita ini akan mendampingi manusia yang paling agung dalam rentang awal perjalanan dakwahnya? Siapakah yang mampu meramal ketentuan Allah ini? Maha Suci Allah yang telah menciptakan dan mentakdirkan wanita mulia ini sebagai pendamping Nabi akhir zaman.

Beliaulah isteri, sekali gus wanita pertama yang beriman kepada Allah dan Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam.  Dianugerahi reputasi yang sungguh mulia, keturunan yang terhormat, peribadi yang luhur, perjalanan hidup yang istimewa, ketajaman daya fikir, semangat yang tinggi dan kalbu yang bening, nama Khadijah begitu harum di dalam sejarah Islam. Sebelumnya, beliau dikenali sebagai seorang wanita yang menjaga kehormatan dirinya sehingga digelar ath-Thahirah (wanita yang suci) . 

Beliau seorang janda dari suaminya yang terdahulu, Abu Halah bin Zararah bin an-Nabbasy bin 'Ady at-Tamimi, kemudian berkahwin dengan 'Atiq bin 'A`idz bin 'Abdillah bin 'Umar bin Makhzum. Khadijah radhiallahu anha adalah wanita pedagang yang mulia dan banyak harta. Ternyata pekerjaannya itu telah menghantarkan kepada pertemuannya dengan manusia yang paling mulia. Saat dia kembali menjadi janda, seluruh pemuka Quraisy memasang angan-angan agar dapat menyuntingnya. Buah tutur Maisarah membekas di hatinya tatkala berita tentang kejujuran, amanah, dan kebaikan akhlak seorang pemuda Quraisy dikhabarkan kepada beliau. Tersimpan keinginan yang kuat dalam dirinya untuk memperoleh kebaikan itu, hingga diutus seseorang untuk menemui Rasululllah Sallallahu alaihi wa Sallam dan menyampaikan hasratnya. Ditawarkan dirinya untuk dipersunting Muhammad Sallallahu alaihi wa Sallam, seorang pemuda yang saat itu berusia 25 tahun, miskin dan yatim piatu tetapi tersohor kerana luhur peribadinya. Wanita jelita itu memperoleh kembali belahan hatinya dalam usia 40 tahun. Tersurat peristiwa ini dalam sejarah 15 tahun sebelum Muhammad Sallallahu alaihi wa Sallam diangkat sebagai Nabi akhirulzaman.

Khamis, 25 April 2013

.:KHALID AL-WALID /PEDANG ALLAH (PART 5) :.


 Khalid panglima perang Unggul

Sepeninggal Rasulullah SAW, kepemimpinan umat Islam diserahkan kepada sahabat 
Abu Bakar Assidiq r.a. Kemurtadan dan nabi palsu merajalela, pemberontakan yang 
paling kuat dipimpin oleh Musailamah yang juga mengaku dirinya Nabi di negeri
Yamamah. Pertempuran pun berlaku antara pemberontak kaum murtad di 
pihak Yamamah dengan pasukan Muslimin di pimpin oleh Khalid Bin Walid. Awalnya 
pasukan Muslimin dikejutkan oleh pasukan Musailamah yang berjumlah besar, dengan 
ketegasan dan kebijaksanaan Khalid memerangi musuh islam atas izin Allah SWT, 
Khalid mampu membalikkan keadaan menjadi kemenangan di pihak Kaum Muslimin. 
Khalifah Abu Bakar Assidiq di Madinah terus melakukan sujud syukur atas nikmat 
kemenangan yang Allah SWT berikan ditengah perpecahan umat Islam.

Tugas dan amanah yang diberikan kepadanya senantiasa dijalankan dengan penuh 
tanggungjawab dan kedisiplinan tinggi. Karakter kepemimpinan yang tegas tapi 
jauh dari kezaliman merupakan karakter dari Khalid bin Walid. Dalam setiap 
pertempuran beliau selalu ingat pesan Rasulullah SAW untuk tidak menyakiti 
penduduk atau orang awam yang tiada kaitan, hanya memerangi orang-orang yang 
memerangi kaum muslimin. Peperangan yang di lakukan sentiasa berpegang dengan 
keagungan nilai-nilai islam. Peperangan untuk menjaga dan mengagungkan panji 
Islam bukan untuk kepentingan diri.Khalid bin Walid dapat menyelesaikan tugas 
yang diamanahkan dengan kejayaan yang besar. Atas izin Allah SWT melalui tangan 
Khalid kemenangan demi kemenangan dapat dicapai pasukan Kaum Muslimin dalam 
peperangan melawan musuh Islam. Melalui dirinya sebagai ketua panji islam,
Parsi dapat ditaklukan. Kunci kejayaan Khalid bin Walid dalam setiap peperangan 
adalah ketegasan dan  pegangan yang kuat dengan ajaran Rasulullah
serta disiplin yang tinggi. Pandangannya ketiadaan disiplin satu atau dua 
orang yang lari dari peperangan akan meruntuhkan kekuatan pasukan. 
Sikapnya terhadap hal ini sangat tegas, hukumannya adalah hukuman mati.

Setelah Parsi ditakluk, perangan dengan Romawi pun tidak terus terjadi. 
Perang Yarmuk berkecamuk. Khalid kembali menjadi Panglima 
pasukan muslimin bersama Abu Ubaidah dan Ikramah. Pasukan Muslimin dengan 
startegi Khalid bin Walid berhasil menguasai pertempuran walaupun 
dengan jumlah yang lebih sedikit. Hidup mulia dan mati syahid menjadi semboyan 
masing-masing perajurit muslim. Kekuatan apa yang dapat mengalahkan orang-orang 
yang bertempur mencari kematian atas dasar keimanan kepada Allah SWT?.

3. Dari panglima tinggi menjadi tentera biasa

Saat pertempuran disaat akhir, sampailah seorang utusan kepada Khalid Bin Walid. 
Utusan tersebut dating dari Khalifah yang baru, Umar Bin Khattab r.a yang 
menggantikan Abu Bakar r.a yang telah wafat. Surat itu isinya pemberhentian 
Khalid dari jawatannya sebagai panglima perang dengan Abu Ubaidah sebagai 
pengganti. Dengan tenang Khalid bin Walid membaca surat dan meminta kepada 
sahabatnya untuk tidak memberitahukan isi surat kepada siapapun sampai 
peperangan berakhir. Pertimbangan Khalid saat itu adalah penting kerana khawatir, 
keputusan Khalifah ini dapat memecah belahkan pasukan muslimin. Pertempuran 
terus berlanjut sampai akhirnya pasukan muslimin dapat mencapai kemenangan. 
Setelah perang tamat. Khalid menjumpai Abu Ubaidah untuk menyampaikan pesan 
pengangkatannya sebagai panglima pengganti Khalid.

Adapun pemecatan Khalid oleh Umar Al-Khattab bukan sama sekali berlandaskan 
perasaan benci atau tidak suka terhadap Khalid atau iri. Tapi lebih didasarkan 
atas pandangan Umar untuk menyelamatkan aqidah umat dan Khalid. Kemenangan demi 
kemenangan yang dicapai Khalid dalam pertempuran menjadikannya namanya harum 
semerbak. Bahkan ada kecenderungan ketaksuban kehebatan khalid oleh 
beberapa orang. Khalifah Umar khawatir umat islam terlalu taksub dengan 
kehebatan Khalid dan ada kemungkinan akan mendapatkan fitnah yang besar.

Selanjutnya Khalid kembali berjuang sebagai mujahid tanpa memperdulikan 
statusnya diturunkan pangkat. Ketika ditanya beliau menjawab : Aku 
berperang bukan untuk Umar tapi kerana Allah SWT. Khalid bin Walid wafat 
dengan hanya meninggalkan kuda perang dan pedang. Keinginan beliau ini 
mati syahid tidak tercapai.Mungkin hikmah disebalik kehebatan serta 
gelaran Saifullah kepadanya menyebabkan Allah SWT tidak memakbulakan
doanya untuk syahid di medan peperangan. 

P/S :Setakat ini sahaja kisah Khalid Al-Walid yg ana boleh ceritakan :) Mohon maaf jika terkurang.

.:KHALID AL-WALID /PEDANG ALLAH (PART 4) :.



 Melepaskan Jawatan.

Selepas pemerintahan khulafa ar Rasyidin berpindah daripada Abu Bakar As Sidiq, kepada Umar Al Khattab, Umar al Khattab telah menghantar surat supaya mengarahkan tugas jeneral/komander tentera Islam berpindah daripada Khalid al Walid r.a kepada orang muda yang hebat iaitu Abu Ubaidah al Jarrah. Hal ini mengakibatkan ramai yang tertanya-tanya, namun bagi Khalid al Walid r.a ianya satu perintah yang harus ditaati dan dipatuhi oleh beliau tanpa berasa ragu-ragu dengan kepimpinan khalifah Umar al Khattab. Lalu, Khalid al Walid r.a dengan senang hati meninggalkan jawatan tersebut dengan kata-katanya yang hebat “aku tidak berperang kerana umar tetapi kerana tuhan umar”…

Apakah yang tersirat disebalik perlucutan jawatan ini? Ianya adalah untuk menunjukkan bahawa setiap perjuangan tentera islam tidak bergantung harap kepada Khalid al Walid r.a semata-mata, bahkan ianya hanyalah semata-mata ketentuan Allah, maka dengan sebab yang sedemikian mengakibatkan Umar al Khattab melakukan perkara yang sedemikian rupa. Ini juga untuk mengelakkan ketaksuban serta fanatic kepada seseorang pemimpin tersebut sehingga mampu gugat akidah umat Islam itu sendiri.

Hal yang demikian tidak sedikitpun “diambil pusing” oleh Khalid al Walid r.a kerana beliau berjuang atas dasar Islam iaitu hanya mengharapkan keredhaan Allah semata-mata tanpa mengharapkan sebarang “habuan” didunia yang sementara. Khalid al Walid r.a merasakan berhak keatasnya untuk mentaati pemerintah selagi pemerintah itu tidak lari dari syariat islam yang sebenar.

.:KHALID AL-WALID /PEDANG ALLAH (PART 3) :.

Diriwayatkan oleh al-Waqidi dari Khalid bin al-Walid r.a., katanya:
Ketika Allah ingin memberiku kebaikan maka Dia memasukkan Islam ke dalam hatiku dan petunjuk-Nya hadir di dalam hatiku. Aku telah berperang melawan Muhammad dalam banyak pertempuran. Namun dalam setiap peperangan aku pasti kalah dan Muhammad pasti memperolehi kemenangan.
Ketika Rasulullah saw. berangkat ke Hudaibiyyah, aku berangkat bersama pasukan berkuda kaum musyrik. Di Usfan, aku bertemu dengan Rasulullah saw. bersama para sahabatnya. Aku berdiri di hadapan jalur perjalanan beliau untuk menghalanginya. Beliau melakukan shalat Zhuhur dengan para sahabatnya di hadapan kami sementara kami berniat untuk menyerang mereka. Akan tetapi hal itu belum kami niatkan dengan kuat, kerana dalam masalah itu masih ada pilihan lainnya. Selanjutnya beliau mengetahui keinginan yang ada di hati kami, sehingga Rasulullah saw. melaksanakan shalat Ashar bersama para sahabatnya dengan shalat khauf.
Hal itu telah menyebabkan timbul kesimpulan di dalam hati kami dengan kesimpulan yang sempurna, dan aku berkata, "Lelaki itu sedang dihalangi."
Rasulullah saw. pun menghindar dari kami dan menyimpang dari arah perjalanan pasukan berkuda kami. Beliau mengambil jalan sebelah kanan. Ketika itu orang-orang Quraisy mengadakan perdamaian dengan Rasulullah saw. dalam perjanjian Hudaibiyah, dan mereka telah memaksa beliau untuk meninggalkan Makkah dengan tangan kosong tanpa senjata.
Aku berkata kepada diriku sendiri, "Apa lagi yang masih tersisa? Ke mana aku harus pergi? Kepada Najasyi! Sesungguhnya ia telah mengikuti Muhammad dan para sahabat beliau ada di sisinya dalam keadaan aman. Haruskah aku pergi menyertai Hiraqla dan keluar dari agamaku untuk memeluk Kristien atau Yahudi? Lalu aku tinggal di kalangan orang-orang Ajam?"
Maka aku pun tetap tinggal di kampungku bersama orang-orang yang belum memeluk Islam. Ketika aku dalam keadaan demikian, Rasulullah saw. memasuki kota Makkah untuk mengerjakan umrah Qadhiyyah (umrah yang dikerjakan Rasulullah saw. dalam bulan Dzulqaidah tahun 7 H. Umrah ini adalah pengganti umrah yang dilarang orang-orang Quraisy pada tahun 6 H. Qadhiyyah artinya ganti/tebusan). Aku pun menyembunyikan diri dan tidak mahu menyaksikan kedatangan Rasulullah saw. di Makkah. Saudara lelakiku, al-Walid bin al-Walid telah masuk ke Makkah bersama Rasulullah saw. di dalam umrah itu.
Dia berusaha mencariku tetapi tidak berhasil menemukanku. Oleh kerana itu, ia menulis surat kepadaku yang berbunyi:
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya aku tidak melihat sesuatu yang membuatku hairan daripada hilangnya kemampuan berfikirmu terhadap agama Islam, sedang akalmu dalam keadaan sempurna, bisa membezakan antara yang hak dan batil. Agama seperti Islam itu, adakah seseorang yang tidak tahu. Pada hal Rasulullah saw. bertanya kepadaku mengenaimu."
Rasulullah saw. bersabda, "Di manakah Khalid? Aku menjawab, "Allah akan mendatangkannya." Beliau bertanya, "Orang seperti dia masih tidak tahu mengenai agama Islam? Jika ia berusaha dengan gigih dan menggunakan kemampuan perangnya untuk membantu orang Islam, nescaya hal itu lebih baik baginya. Dan kami akan mendahulukannya sebelum yang lainnya." Kerana itu, wahai saudaraku! Raihlah medan-medan perang kebaikan yang telah kau lewatkan!"
Khalid berkata, "Telah sampai suratnya ke pangkuanku. Ini membuatku rasa ringan untuk keluar dari kampungku. Pada saat inilah keghairahanku untuk memeluk Islam semakin bertambah. Pertanyaan Rasulullah saw. terhadap diriku juga sangat menggembirakanku. Aku bermimpi seolah-olah aku berada di suatu negeri yang sangat sempit dan gersang, kemudian aku keluar menuju suatu negeri yang subur menghijau dan sangat luas. Aku mengatakan bahawa sesungguhnya mimpi ini benar."
Ketika aku sampai di Madinah, aku berkata, "Aku akan menceritakan mimpiku itu kepada Abu Bakar r.a.."
Kemudian Abu Bakar berkata, "Negeri yang luas itu adalah jalan keluarmu, yang dengannya Allah telah memberikan hidayah kepadamu untuk memeluk Islam. Sedang negeri yang sempit itu adalah tempat di mana sebelumnya kamu berada dalam kesyirikan."
Kata Khalid:
Sebelumnya, ketika aku berazam untuk berangkat menemui Rasulullah saw., aku bertanya, "Siapakah yang mahu kujadikan teman untuk berjumpa Rasulullah saw.?"
Maka aku menemui Shafwan bin Umayyah dan berkata kepadanya, "Hai Abu Wahb, apakah engkau tidak melihat keadaan kita sekarang ini? Sesungguhnya kita hanyalah seperti hujan rintik-rintik (perumpamaan kerana jumlah yang sedikit). Muhammad telah memperolehi kemenangan di atas orang-orang Arab mahupun orang Ajam. Maka alangkah baiknya jika kita menemui Muhammad dan mengikutinya. Kerana sesungguhnya kemuliaan Muhammad adalah kemuliaan kita juga."
Akan tetapi ia menolak dengan penolakan yang kuat, sampai ia berkata, "Jika tidak ada sesiapa pun yang tersisa kecuali aku saja, pasti aku tidak akan mengikutinya selama-lamanya."
Kami pun berpisah. Ia adalah lelaki yang saudaranya dan bapanya terbunuh dalam Perang Badar, wajar jika ia menolak. Kemudian aku menemui 'Ikrimah bin Abu Jahal, aku pun mengatakan kepadanya seperti yang aku katakan kepada Shafwan tadi. 'Ikrimah pun memberi jawaban kepadaku seperti halnya Shafwan.
Aku berkata, "Kalau begitu, rahsiakanlah azamku ini."
Kata 'Ikrimah, "Aku tidak akan menceritakannya kepada sesiapa pun."
Kemudian aku kembali ke rumahku dan menyuruh seseorang menyiapkan tungganganku. Aku berangkat hingga aku berjumpa dengan Utsman bin Thalhah r.a.. Aku berkata dalam hati, "Sesungguhnya ia adalah sahabat baikku, sebaiknya aku memberitahu keinginanku padanya." Akan tetapi aku ingat akan para moyangnya yang terbunuh melawan Rasulullah saw., sehingga aku tidak suka untuk menceritakan niatku. Tetapi kemudian aku berkata lagi, "Apa salahnya bila kuceritakan? Lagi pula aku saat ini sudah dalam keadaan berangkat." Maka aku beritahu kepadanya peristiwa yang mungkin akan menimpanya.
Aku berkata, "Sesungguhnya saat ini kita seperti musang di dalam lubangnya. Apabila ke dalam lubang-lubang itu dimasuki dengan air, pastilah musang-musang itu akan keluar dari lubangnya."
Lalu aku berkata kepada Utsman bin Thalhah sebagaimana yang aku katakan kepada kedua orang sahabatku tadi, dan ia pun menyambutnya dengan baik.
Aku berkata kepadanya, "Sesungguhnya aku pada hari ini telah bersiap pagi sekali dan esok aku berniat berangkat pagi juga. Dan ini kenderaanku yang ku letakkan di Fajj dalam keadaan tertambat."
Maka aku membuat janji dengannya untuk bertemu di Ya'juj (sekira-kira lapan batu dari Makkah). Apabila ia yang sampai lebih dahulu di sana, maka ia akan menungguku, dan begitu pula sebaliknya.
Kemudian kami berangkat pada waktu sahur. Fajar pun belum muncul ketika kami sampai di Ya'juj. Kemudian kami berjalan sampai ke Haddah.
Di sana kami menemui Amr bin Ash. Ia berkata, "Selamat datang, wahai kaumku."
Kami menjawab, "Selamat datang juga bagimu."
Dia bertanya, "Ke mana arah tujuanmu?"
Kami pun bertanya, "Apa yang menyebabkan engkau keluar dari Makkah?"
Ia pun kembali bertanya, "Apa yang menyebabkan kalian keluar dari Makkah?"
Kami menjawab, "Untuk memeluk Islam dan mengikuti Muhammad saw."
Dia berkata, "Demikian juga yang menyebabkan aku sampai di sini."
Maka kami pun pergi bersama hingga sampai ke Madinah. Kami tambatkan unta kami di luar Harrah. Kedatangan kami telah diberitahu kepada Rasulullah saw. dan beliau sangat gembira dengan kedatangan kami ini. Aku pun memakai pakaian yang terbaik kemudian menemui Rasulullah saw..
Di sana aku menemui adik lelakiku yang berkata, "Bersegeralah, kerana sesungguhnya Rasulullah saw. telah diberitahu mengenai kedatanganmu dan beliau sangat gembira, beliau sedang menunggu kalian."
Kami pun mempercepat langkah menuju ke sana. Aku muncul dihadapan Rasulullah saw. yang terus tersenyum kepada kami sehingga aku berhenti di hadapannya dan memberikan salam kepadanya dengan ucapan kenabian, "Assalamualaikum, wahai Nabi Allah."
Beliau saw. menjawab salamku dengan wajah yang berseri-seri.
Aku berkata, "Sesungguhnya aku bersaksi bahawa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya engkau adalah pesuruh Allah."
Rasulullah saw. bersabda, "Marilah."
Kemudian beliau bersabda, "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan hidayah kepadamu, sesungguhnya aku telah melihat engkau sebagai orang yang berakal cerdik dan aku berharap akalmu tidak menghantar engkau melainkan menuju kebaikan,"
Aku berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah melihat engkau dalam beberapa medan perang yang ku ikuti melawan engkau dengan penuh penentangan. Maka hendaknya engkau memohon kepada Allah untuk mengampuni semua itu untukku."
Rasulullah saw. bersabda, "Islam telah menghapuskan semua dosa yang terjadi sebelumnya."
Aku berkata, "Wahai Rasulullah, selain itu?"
Rasulullah saw. berdoa, "Ya Allah, ampunilah Khalid bin al-Walid dari semua yang telah dilakukannya yang menghalang-halangi orang dari jalan Mu."
Utsman dan Amr pun pergi ke hadapan Rasulullah dan berbaiat kepadanya.
Kedatangan  itu terjadi pada bulan Shafar tahun 8 H.

.:KHALID AL-WALID /PEDANG ALLAH (PART2) :.




Awal masuk Islam

Pada awalnya Khalid al-Walid ialah penetang Rasulullah.Tetapi setelah 
peperangan menentangislam, beliau tergerak hatinya (hidayah) untuk masuk islam.
Jika melihat sejarah memang aneh, saat Rasulullah SAW menyampaikan awal dakwah 
di Mekah Khalid belum tergerak untuk memasuki Islam. Khalid merupakan musuh 
Kaum Muslimin saat itu, musuh yang paling digeruni kerana kemampuan 
bertempurnya yang hebat. Bahkan disaat Perang Uhud (perang lanjutan setelah 
Perang Badar), perang antara kaum Muslimin dengan Musyrikin Quraisy, Khalid 
sendiri yang memimpin pasukan berkuda kaum Quraisy dan memberikan tentangan 
sengit kepada kaum muslimin, dengan menyerang hendap secara tiba-tiba  setelah 
berudur dari medan pertempuran disaat pasukan pemanah kaum muslimin meninggalkan 
kawasan atas bukit.

Akhirnya hidayah pun datang kepadanya, selepas seketika Perang Uhud, 
Khalid datang ke Kota Madinah untuk menyatakan ikrarnya masuk Islam di hadapan
Rasulullah s.a.w. Subhanallah,Allah memberikan petunjuk dan hidayah kepada sesiapa
pun yang Dia kehendaki. Khalid telah  menjadi mukmin dan ada dialog yang 
menarik dalam proses awal keislamannya. 
 
Khalid : Ya Rasulullah mohon ku minta 
ampunkan untukku terhadap semua tindakan masa lalu ku yang menghalang 
perjuangan di jalan Allah. Rasulullah menjawab :Sesungguhnya 
keislaman itu telah menghapus segala perbuatan yang telah lampau. 
Khalid : Sekalipun demikian ya Rasulullah. Maka Rasulullah SAW berdoa :Ya Allah 
aku mohon engkau ampuni dosa Khalid ibnul Walid terhadap tindakannya 
yang menghalangi jalan-Mu di masa lalu. Keislaman Khalid saat itu diikuti 
juga oleh Amr bin Ash dan Utsman bin Thalhah. Selepas kemasukan Islam 
Khalid, maka Khalid bergabung menjadi pendukung perjuangan menegakkan  Islam 
bersama  Rasulullah SAW.

Semasa Khalid dalam perjuangan Islam terutama di medan jihad, 
pertempuran untuk menjaga keagungan panji Islam, sudah menjadi kebiasaan
bagi dirinya. Dalam Perang Mukta'ah melawan Romawi Timur, Khalid bin 
Walid berhasil memimpin pasukan Muslimin dari kehancuran melawan 
pasukan Romawi yang berjumlah puluhan kali ganda. Dengan strateginya Khalid 
berhasil membawa pasukan Muslimin yang telah dikepung rapat untuk berundur dari 
medan peperangan setelah sebelumnya membuat kekacaun kepada pasukan 
Romawi. Dalam peristiwa Kota Mekah Khalid termasuk 
salah seorang sahabat yang ditunjuk Rasulullah untuk memimpin pasukan 
Muslimin.Dengan izin Allah SWT pasukan Muslimin dapat membebaskan Mekah dari 
Kaum Musyrikin Quraisy tanpa pertumpahan darah.

.:KHALID AL-WALID /PEDANG ALLAH (PART1) :.


GAMBAR HIASAN

Nama Khalid Bin Walid r.a sudah tepahat dalam sejarah sebagai seorang panglima 
yang luar biasa dalam bidang peperanagn terutama dalam strategi perang, 
Khalid mendapatkan gelaran "Saifullah" iaitu pedang Allah . Khalid berasal 
daripada kaum Quraisy, sejak kecil Khalid di didik ilmu ketangkasan peperangan
yang lazim pada zaman itu; berkuda, menggunakan berbagai jenis senjata. Siapakah yang tidak pernah mendengar kisah berkaitan Khalid al Walid r.a seorang panglima islam yang digeruni oleh musuh-musuh Islam. Khalid al Walid r.a ialah seorang yang tangkas, kuat, hebat dan berketrampilan tinggi yang selalu dipilih oleh Rasulullah SAW untuk mengetuai tentera Islam. Pernah Nabi SAW melarang dari membunuh tawanan perang, tetapi Khalid al Walid r.a melanggarnya namun masih tetap Nabi SAW memilih Khalid al Walid r.a sebagai panglima perang disebabkan ketangkasan beliau. Juga ketangkasan Khalid ini pernah direkodkan iaitu ketika persiapan untuk melawan musuh, Khalid al Walid r.a, beliau dengan kudanya menuju dr Iraq ke Mekah unutk menunaikan haji tanpa seorang pun dikalangan tentera Islam sedar akan ketiadaan Khalid al Walid r.a itu. Namun berita ini telah disampaikan kepada Abu Bakar As Sidiq (berita yg disampaikan oleh jemaah haji yang nampak Khalid al Walid r.a) lalu Abu Bakar As Sidiq menghantar surat amaran kepada Khalid al Walid r.a supaya tidak diulangi perkara yang sedemikian, begitulah ketangkasan Khalid al Walid r.a …manusia yang digelar pedang Allah ini.

. : Sumayyah Serikandi & Syahidah Pertama Islam (PART 6/Akhir) :.

NISA’ MUBASSYARAT BIL JANNAH!

Inilah kisah sahabiyah yang sabar, yang disajikan sirahnya sebagai wanita yang teguh hati pada kebenaran dan keimanan, sehingga menjadi pelopor di dalam perjuangan Islam sepanjang zaman. Ibnu Abdil-Barr Rahimahullah memuji Sumayyah dengan berkata, “Dia termasuklah orang yang diseksa kerana Allah, dan sabar di dalam menghadapi seksaan. Dia termasuklah wanita yang berbaiat, baik dan terutama”
Semoga Allah merahmati Sumayyah ibu Ammar, wanita dan orang pertama yang mati syahid di dalam Islam, ibu orang yang pertama membangun masjid dan digunakan untuk solat. Kesejahteraan bagi keluarga Yasir, kesejahteraan ke atas kalian kerana kesabaran kalian dan sesungguhnya kalian akan mendapat balasan yang sebaik-baiknya.
“Terimalah khabar yang baik wahai keluarga Ammar, kerana tempat yang dijanjikan bagi kalian adalah syurga” (Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang disampaikan oleh Ustman Al-Affan. Dipetik dari Thabaqat Ibnu Sa’ad, 3/249; Majma’ Az-Zawaid, 9/293; Tarikhul Islam Adz-Zahaby, 3/572)
Firman Allah SWT:
“Sesungguhnya Allah telah memberi dari orang-orang Mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang kerana Allah, lalu mereka membunuh dan terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam kitab Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka, bergembiralah dengan jual beli yang telah kalian lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar” (At-Taubah: 111)
Sumayyah bintu Khubath Radiallahu Anha termasuk sejumlah wanita yang terawal menerima Islam dan bersegera memenuhi janji Allah serta membenarkan apa yang telah dijanjikan Allah kepada kaum Muslimin, sehingga beliau berhak mendapat khabar gembira sebagai orang yang dijanjikan syurga. Bagaimana pula dengan kita sebagai kaum muslimah akhir zaman? Semoga kisah ini menjadi obor penyuluh dan menyemarakkan lagi semangat kita dalam mendakwahkan agama Allah ini sehingga tiba janji Allah yang seterusnya, "akan berdiri semula kekhilafahan di atas manhaj kenabian" [HR Ahmad]


p/s:Alhamdulillah wasyukurillah..selesai sudah kisah Sumayyah..serikandi islam pertama.Ana akan kongsikan kisah serikandi lain pula di dalam entry seterusnya.In Shaa Allah.Assalamualaikum.

. : Sumayyah Serikandi & Syahidah Pertama Islam (PART 5) :.

IBNU SUMAYYAH

Sumayyah, nama ini dan sahabiyah ini tetap hidup abadi menebarkan keharuman setelah mati syahid dan beruntung telah meraih keredhaan Allah. Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam terbiasa memanggil anaknya Ammar, dengan sebutan “Ibnu Sumayyah”. Maka, tidak dapat lagi dimungkiri bahawa panggilan yang diberkahi ini merupakan penghormatan terhadap sahabiyah yang sabar dan baik ini. Panggilan itulah yang lebih sering meluncur dari lisan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang mulia.

Abdullah bin Mas’ud Radiallahu Anhu pernah berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, ‘Jika manusia saling berselisih, maka Ibnu Sumayyah berada pada kebenaran”. (Kisah ini disebutkan di dalam Siyar A’lamin-Nubala, 1/415-416; Tarikhul Islam, Adz-Zahaby, 3/575)

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam juga sering menyebutkan nama Sumayyah dengan keutamaan dan kebaikan. Sewaktu Perang Badar, baginda menyampaikan khabar gembira bagi “orang baik yang mendapat kebaikan”. (Julukan untuk Ammar, kerana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda kepadanya, ‘Selamat datang wahai orang baik yang mendapat kebaikan’). Di dalamnya disebutkan juga nama Sumayyah. Peristiwa ini dikisahkan ketika musuh Allah, Abu Jahal terbunuh di dalam Perang Badar. Ketika itu Rasulullah menggembirakan Ammar dengan berkata “Allah telah membunuh orang yang membunuh ibumu”.

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam juga pernah mendoakan untuk Sumayyah dan keluarganya dengan doa yang diberkahi ketika Ammar mendatangi Rasulullah mengadu seksaan yang dihadapi oleh ibubapanya termasuk dirinya sendiri. Beliau berkata, “Wahai Rasulullah, kami mendapatkan seksaan yang sangat keras”. Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Bersabarlah wahai Abul Yaqzhan (julukan lain bagi Ammar). Ya Allah, janganlah Engkau seksa seorang pun dari keluarga Yasir dengan api neraka” (Al-Isti’ab, 4/325; As-Sirah Al-Halabiyah, 1/484)

: Sumayyah Serikandi & Syahidah Pertama Islam (PART 4) :.



SYAHIDAH PERTAMA


Sumayyah Radiallahu Anha adalah wanita pertama yang menampakkan keIslamannya, di samping menjadi syahid pertama yang mengorbankan dirinya di jalan Allah. Dalam peristiwa kesyahidannya itu, terkandung pelajaran-pelajaran berharga bagi sesiapa yang memiliki hati atau mempunyai pendengaran. Beliau menjadi sosok syahid yang sebenarnya dan mempamerkan hakikat sabar kepada para generasi seterusnya.

Setelah suaminya, Yasir meninggal dunia kerana penyeksaan yang sangat berat, Sumayyah Radiallahu Anha diserahkan pula oleh Abu Hudzaifah kepada Abu Jahal, sehingga si jahat itu dapat menyeksa dengan segala cara yang diinginkannya disamping mengejek-ejek diri Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dengan sejuta sumpah seranah dan umpat keji. Suatu petang, Abu Jahal bersikap keras kepada Sumyyah, kemudian berkata kepadanya, “Engkau tidak beriman kepada Muhammad melainkan kerana engkau tergila-gila kepada ketampanannya”.

Apa pula reaksi Sumayyah? Beliau memberikan jawapan yang tidak kalah kerasnya, lantaran kemarahannya yang tidak tertahan dengan tuduhan Abu Jahal itu. Keangkuhan Abu Jahal terbukti apabila beliau menikamkan tombak ke tubuh Sumayyah sehingga menyebabkan Sumayyah meninggal dunia sebagai syahid, rohnya naik kepada Penciptanya dalam keadaan redha dan diredhai, kerana telah memberikan kesaksian tidak berbelahbagi bahawa tiada Ilah selain Allah, dan bahawa Nabi Muhammad adalah Rasul Allah.

Mujahid Rahimahullah berkata, “Syahid yang pertama di dalam Islam ialah ibu Ammar, Sumayyah yang ditikam Abu Jahal dengan menggunakan tombak, tepat di ulu hatinya” .(Al-Bidayah Wan-Nihayah, 3/59)

Ibnul Jauzy Rahimahullah berkata,” Dia adalah syahid pertama di dalam Islam. Semoga Allah redha kepadanya sebagaimana Allah membuatkannya redha”.

.: Sumayyah Serikandi & Syahidah Pertama Islam (PART 3) :.



PENENTANGAN SUMAYYAH

Kaum musyrikin Quraisy hampir tidak pernah menghentikan seksaan terhadap Sumayyah dan keluarganya. Selepas suaminya meninggal dunia akibat penyeksaan, Sumayyah semakin menentang dan memberikan reaksi keras terhadap Bani Al-Mughirah bin Abdullah bin Makhzum, yang dipelopori oleh Abu Jahal. Dia layaknya orang yang tidak waras dan tidak berperasaan ketika berhadapan dengan  ketegaran Sumayyah mempertahankan akidahnya. Baginya, kedegilan Sumayyah ialah perlecehan terhadap dirinya. Sumayyah telah berjaya mencarik-carik kebesaran nama Abu Jahal di kalangan kaum musyrikin kerana kesabarannya terhadap kerasnya seksaan. Hati Abu Jahal hampir saja meledak kerana Sumayyah tidak mahu memperolok-olokkan dan mengeji nama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, walau dengan hanya satu kata seperti yang dipaksakan Abu Jahal kepadanya.
Abu Jahal (semoga Allah menghinakannya), tidak membiarkan satu pun sarana untuk menghalangi manusia dari jalan Allah, melainkan dia akan menggunakannya. Dia tidak mendapatkan satu jalan pun untuk menekan orang-orang Mukmin, melainkan dia akan melaluinya. Ibnu Ishaq Rahimahullah, menyampaikan satu gambaran yang jelas tentang hal ini, dengan berkata,
“ Abu Jahal, orang jahat yang terperdaya di tengah-tengah kaum Quraisy, jika mendengar berita seseorang masuk Islam, dan orang itu adalah orang yang terpandang dan mendapat jaminan perlindungan,maka dia hanya akan mengingatkannya dan menegurnya dengan berkata, ‘Kau tinggalkan agama bapamu, padahal bapa-bapamu adalah lebih baik darimu. Kami benar-benar akan mengalahkan pendapatmu dan benar-benar akan menghinakan kehormatanmu.’
Jika yang dihadapinya adalah seorang pedagang, maka dia akan berkata 'Demi Tuhan, kami benar-benar akan membuatkan kamu rugi dalam perniagaanmu, dan kami benar-benar akan menghancurkan harta bendamu'. Jika yang dihadapinya adalah orang yang lemah, maka dia akan memukul dan menyeksanya semahu-mahunya. Semoga Allah melaknat dan memburukkannya”

.: Sumayyah Serikandi & Syahidah Pertama Islam (PART 2) :.




KELUARGA YANG SABAR

Tiada yang mampu dilakukan manusia kecuali terkagum terhadap keluarga Yasir, sebuah keluarga yang mulia, yang diberi kemudahan, dan yang mampu menggegarkan para pemimpin kaum musyrikin Mekah. Mereka yang sebelumnya dikenali sebagai orang-orang yang lemah lembut, tidak lagi mempunyai sifat itu tatkala berhadapan dengan kaum kafir yang cuba mengoyakkan keimanan mereka. Bahkan kaum musyrikin hampir hilang akal kerana rasa marah ketika melihat keluarga ini semakin tenang dan mantap, tidak gerun terhadap seksaan, tidak beranjak sedikit pun dari akidah mereka, malah tidak surut kesabaran mereka ketika dijemur di bawah terik matahari dalam keadaan kehausan. Ketegaran keluarga ini membuatkan kaum musyrikin kehairanan, bingung dan semakin berang. Mereka mengheret Ammar bersama kedua ibubapanya ke tengah-tengah padang pasir yang panas sepanasnya, agar mereka keluar dari Islam. Ironinya, keluarga sabar ini sentiasa bertambah keimanan mereka seiring dengan semakin pedihnya seksaan. Mereka semakin pasrah, terutamanya setelah mereka mendengarkan doa memohon pengampunan bagi diri mereka oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Salim Abul-Ja’d meriwayatkan, beliau berkata, “Utsman memanggil beberapa sahabat Rasulullah, di antaranya terdapat Ammar bin Yasir. Ustman berkata, ‘Aku akan menyampaikan kepada kalian hadis tentang Ammar. Aku bersama Rasulullah pergi ke Al-Bathha’ sehingga kami menemui Ammar berserta ibubapanya ketika kaum musyrikin menyeksa mereka. Yasir berkata kepada Rasulullah, “Apakah selamanya aku akan begini?”. Baginda bersabda, “Bersabarlah!”. Kemudian baginda bersabda, “Ya Allah, berilah ampunan kepada keluarga Yasir, kerana Engkau telah berbuat apa yang Engkau Perbuat” . [Ditakhrij oleh Ahmad]

.: Sumayyah Serikandi & Syahidah Pertama Islam (PART1) :.

Assalamualaikum...malam ni ana akan cerita berkenaan seorang lagi serikandi islam, Sumayyah .Syahidah pertama dalam islam :).Kalau sebelum ni,ade diceritakan tentang Aisya Humaira .:)

Bismillahhirahmanirrahim...


Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Bersabarlah wahai keluarga Yasir, kerana tempat yang dijanjikan bagi kalian ialah syurga”.
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mendoakan keluarga Yasir, “Ya Allah, janganlah Engkau seksa seorang pun dari keluarga Yasir dengan api neraka”.
Keluarga yang agung dan mulia ini menghimpunkan segala sisi keutamaan. Keutamaan-keutamaan ini semerbak harum menebarkan aroma kemuliaan dan ia tersebar dari generasi terawal memeluk Islam sehinggalah ke generasi akhir zaman. 
Pemimpin keluarga ini, Yasir bin Amir bin Malik berasal dari Yaman. Beliau datang ke Mekah bersama-sama Al-Harits dan Malik dalam rangka menjejaki saudaranya. Mereka berdua kembali ke Yaman, sebaliknya Yassir terus menetap di Mekah. Beliau kemudiannya menjalin persahabatan dengan Abu Hudzaifah bin Al-Mughirah bin Abdullah Al-Makhzumy, yang kemudiannya menikahkannya dengan seorang hamba wanita, Sumayyah bintu Khubath, lalu melahirkan seorang anak lelaki, bernama Ammar. Abu Hudzaifah kemudiannya memerdekakan Sumayyah manakala Yasir dan Ammar tetap bersama-sama dengan Abu Hudzaifah sehingga meninggal dunia.

Sabtu, 6 April 2013

.: Aisya Humaira Ummul Mukminin :.

gambar hiasan


Rasulullah SAW membuka lembaran kehidupan rumah tangganya dengan Aisyah r.a yang telah banyak dikenal. Ketika wahyu datang pada Rasulullah SAW, Jibril membawa kabar bahwa Aisyah adalah isterinya didunia dan diakhirat, sebagaimana diterangkan didalam hadits riwayat Tirmidzi dari Aisyah r.a, Jibril datang membawa gambarnya pada sepotong sutra hijau kepada Nabi SAW, lalu berkata.' Ini adalah istrimu didunia dan di akhirat." Dialah yang menjadi sebab atas turunnya firman Allah SWT yang menerangkan kesuciannya dan membebaskannya dari fitnah orang-orang munafik.

Aisyah dilahirkan empat tahun sesudah Nabi SAW diutus menjadi Rasul. Semasa kecil dia bermain-main dengan lincah, dan ketika dinikahi Rasulullah SAW usianya belum genap sepuluh tahun. Dalam sebahagian besar riwayat disebutkan bahawa Rasulullah SAW membiarkannya bermain-main dengan teman-temannya. Dua tahun setelah wafatnya Khadijah r.a datang wahyu kepada Nabi SAW untuk menikahi Aisyah r.a. Setelah itu Nabi SAW berkata kepada Aisyah, " Aku melihatmu dalam tidurku tiga malam berturut-turut. Malaikat mendatangiku dengan membawa gambarmu pada selembar sutra seraya berkata,' Ini adalah istrimu.' Ketika aku membuka tabirnya, tampaklah wajahmu. Kemudian aku berkata kepadanya,' Jika ini benar dari Allah SWT , niscaya akan terlaksana."

Mendengar kabar itu, Abu Bakar dan isterinya sangat senang, terlebih lagi ketika Rasulullah SAW setuju menikahi putri mereka, Aisyah. Beliau mendatangi rumah mereka dan berlangsunglah pertunangan yang penuh berkah itu. Setelah pertunangan itu, Rasulullah SAW hijrah ke Madinah bersama para sahabat, sementara isteri-isteri beliau ditinggalkan di Makkah. Setelah beliau menetap di Madinah, beliau mengutus orang untuk menjemput mereka, termasuk didalamnya Aisyah r.a. Dengan izin Allah SWT menikahlah Aisyah dengan mas kawin 500 dirham.

Aisyah tinggal dikamar yang berdampingan dengan Masjid Nabawi. Dikamar itulah wahyu banyak turun, sehingga kamar itu disebut juga sebagai tempat turunnya wahyu. Dihati Rasulullah SAW, kedudukan Aisyah sangat istimewa, dan tidak dialami oleh isteri-isteri beliau yang lain. Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikatakan, " Cinta pertama yang terjadi didalam Islam adalah cintanya Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a."

Didalam riwayat Tirmidzi dikisahkan "Bahawa ada seseorang yang menghina Aisyah dihadapan Ammar bin Yasir sehingga Ammar berseru kepadanya,' Sungguh celaka kamu. Kamu telah menyakiti isteri kecintaan Rasulullah SAW." Sekalipun perasaan cemburu isteri-isteri Rasulullah SAW terhadap Aisyah sangat besar, mereka tetap menghargai kedudukan Aisyah yang sangat terhormat. Bahkan ketika Aisyah wafat, Ummu Salamah berkata, 'Demi Allah SWT, dia adalah manusia yang paling beliau cintai selain ayahnya (Abu Bakar)'.

Di antara isteri-isteri Rasulullah SAW, Saudah bin Zum`ah sangat memahami keutamaan-keutamaan Aisyah, sehingga dia merelakan seluruh malam bahagiannya untuk Aisyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahawa Aisyah sangat memperhatikan sesuatu yang menjadikan Rasulullah SAW rela. Dia menjaga agar jangan sampai beliau menemukan sesuatu yang tidak menyenangkan darinya. Karena itu, salah satunya, dia senantiasa mengenakan pakaian yang bagus dan selalu berhias untuk Rasulullah SAW. Menjelang wafat, Rasulullah SAW meminta izin kepada isteri-isterinya untuk beristirahat dirumah Aisyah selama sakitnya hingga wafat.

Dalam hal ini Aisyah berkata, "Merupakan kenikmatan bagiku karena Rasulullah SAW wafat dipangkuanku." Bagi Aisyah, menetapnya Rasulullah SAW selama sakit dikamarnya merupakan kehormatan yang sangat besar karena dia dapat merawat beliau hingga akhir hayat. Rasulullah SAW dikuburkan dikamar Aisyah, tepat ditempat beliau meninggal. Sementara itu, dalam tidurnya, Aisyah melihat tiga buah bulan jatuh ke kamarnya. Ketika dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, Abu Bakar berkata, "Jika yang engkau lihat itu benar, maka dirumahmu akan dikuburkan tiga orang yang paling mulia dimuka bumi." Ketika Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar berkata, "Beliau adalah orang yang paling mulia diantara ketiga bulanmu." Ternyata Abu Bakar dan Umar dikubur dirumah Aisyah.

Setelah Rasulullah SAW wafat, Aisyah senantiasa dihadapkan pada cobaan yang sangat berat, namun dia menghadapinya dengan hati yang sabar, penuh kerelaan terhadap taqdir Allah SWT dan selalu berdiam diri didalam rumah semata-mata untuk taat kepada Allah SWT. Rumah Aisyah senantiasa dikunjungi orang-orang dari segala penjuru untuk menimba ilmu atau untuk berziarah kemakam Nabi SAW.

Ketika isteri-isteri Nabi SAW hendak mengutus Uthman menghadap khalifah Abu Bakar untuk menanyakan harta warisan Nabi SAW yang merupakan bahagian mereka, Aisyah justeru berkata, "Bukankah Rasulullah SAW telah berkata, 'Kami para nabi tidak meninggalkan harta warisan. Apa yang kami tinggalkan itu adalah sedekah." Dalam penetapan hukum pun, Aisyah kerap langsung menemui wanita-wanita yang melanggar syariat Islam. Didalam Thabaqat, Ibnu Saad mengatakan bahawa Hafshah binti Abdurrahman menemui Ummul Mukminin Aisyah r.a. Ketika itu Hafshah mengenakan kerudung tipis.

Secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal. Aisyah tidak pernah mempermudah hukum kecuali jika sudah jelas dalilnya dari Al Qur`an dan Sunnah. Aisyah adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW sehingga banyak menyaksikan turunnya wahyu kepada beliau. Aisyah pun memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah SAW jika menemukan sesuatu yang belum dia pahami tentang suatu ayat. Dengan demikian dapat dikatakan bahawa ia memperoleh ilmu langsung dari Rasulullah SAW. Aisyah termasuk wanita yang banyak menghafalkan hadits-hadits Nabi SAW, sehingga para ahli hadits menempatkan dia pada urutan kelima dari para penghapal hadits setelah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik dan Ibnu Abbas.

Dalam hidupnya yang penuh dengan jihad, Sayyidah Aisyah wafat pada usia 66 th, bertepatan dengan bulan Ramadhan,th ke-58 H, dan dikuburkan di Baqi`. Kehidupan Aisyah penuh dengan kemuliaan, kezuhudan, ketawadhuan, pengabdian sepenuhnya kepada Rasulullah SAW, selalu beribadah serta senantiasa melaksanakan shalat malam. Selain itu, Aisyah banyak mengeluarkan sedekah sehingga didalam rumahnya tidak akan ditemukan wang satu dirham atau satu dinar pun. Dimana sabda Rasulullah SAW, "Berjaga dirilah engkau dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma." (HR. Ahmad )

Sumber: Siti Aisyah Bt. Abu Bakar R.A
ASAM garam mewarnai perjalanan hidup anak kesayangan Abu Bakar as-Siddiq, Aisyah yang terkenal dengan gelaran Ummul Mukminin. Kesempatan hidup berumahtangga dengan Rasulullah SAW dan menjadi isteri paling rapat menghasilkan sebuah peribadi mulia dalam dirinya.
Walaupun sering ditonjolkan sebagai isteri manja dan kuat cemburu, beliau adalah wanita memiliki naluri keibuan yang kental dalam mengasuh, mendidik serta mengajar ilmu Allah kepada anak saudara dan kanak-kanak di sekitar kediamannya.
Kisah Aisyah diabadikan dalam buku berkulit tebal berjudul Aisyah Ummul Mukminin oleh penulis kelahiran India, Sulaiman an-Nadawi sebagai cermin kepada wanita Islam hari ini yang berusaha mengindahkan keperibadian dan menyempurnakan kehidupan yang diambil daripada Aisyah.
Aisyah adalah sumber rujukan intelektual sahabat terkemuka. Sejarah mencatatkan sahabat banyak belajar masalah berkaitan agama dan hukum fiqah daripadanya kerana pengetahuan yang luas dalam bidang itu.
Selain itu, beliau sangat berhati-hati ketika mengulas sebarang masalah peribadi, di samping mengetahui banyak rahsia Nabi Muhammad SAW. Aisyah juga mengisahkan banyak hadis yang didengar daripada Baginda secara langsung.
Buku Aisyah Ummul Mukminin menyingkap sejarah empunya nama timangan as-Siddiqiah yang bermaksud perempuan yang berkata benar. Ada kisah menyebut nama timangannya Humaira, iaitu kemerah-merahan, tetapi Nabi Muhammad SAW lebih gemar memanggilnya Bintus-Siddiq, anak gadis lelaki berkata benar.
Sejarah hidup Aisyah yang menjadi topik mula buku ini menceritakan detik kelahiran, zaman kanak-kanak serta perkahwinannya dengan Nabi Muhammad SAW pada usia enam tahun. Pernikahan itu digambarkan begitu indah, walaupun tarikh sebenar tidak dapat dipastikan ahli sejarah.
Penceritaan dalam bahasa mudah berserta dalil daripada hadis menjadikan pembaca leka dan tidak sabar untuk mengetahui kisah selanjutnya, terutama membabitkan permulaan kehidupan kanak-kanak usia sembilan tahun menguruskan rumah tangga serta suami yang jauh lebih tua daripadanya.
Umumnya, kehidupan Aisyah adalah bukti terbaik indahnya Islam pada wanita. Syariat Islam meletakkan kedudukan wanita di tingkat yang mulia. Ingin mengetahui keistimewaan ibu kepada umat Mukmin ini, boleh mendampingi buku Aisyah Ummul Mukminin kerana banyak rahsia yang didedahkan berpandukan kepada catatan hadis dan diceritakan dengan gaya penceritaan begitu menarik sekali.
Melalui Aisyah juga banyak hak wanita diperjuangkan kerana beliau akan membantah jika ada pihak cuba merendahkan martabat wanita.
Sebagai isteri yang paling dicintai Nabi Muhammad SAW dan dicemburui isteri yang lain, Aisyah juga menaruh rasa cemburu terhadap madunya kerana masing-masing bersaing untuk mendapatkan cinta serta perhatian Baginda.
Tirmizi mencatatkan, “Aisyah mempunyai tahap pemikiran yang tinggi dan menonjol di kalangan wanita. Malah kecerdasan pemahaman serta daya fikiran yang kuat mengalahkan kebanyakan lelaki dan wanita yang hidup pada zamannya.”
Pengetahuan dimiliki Aisyah merangkumi pelbagai bidang seperti al-Quran, hadis, ilmu fiqah dan qiyas, ilmu tauhid, akidah, rahsia syariat, perubatan, sejarah, pidato serta syair. Maka tidak hairanlah jika beliau menjadi sumber rujukan para sahabat.
Umumnya, kehidupan Aisyah adalah bukti terbaik betapa indahnya Islam pada wanita. Syariat Islam meletakkan kedudukan wanita di tingkat yang mulia. Melalui Aisyah juga banyak hak wanita diperjuangkan kerana beliau akan membantah jika ada pihak cuba merendahkan martabat wanita.
Ingin mengetahui keistimewaan ibu kepada umat Mukmin ini, boleh mendampingi buku Aisyah Ummul Mukminin kerana banyak rahsia yang didedahkan berpandukan kepada catatan hadis dan diceritakan dengan gaya penceritaan begitu menarik sekali.

Isnin, 18 Februari 2013

Baru..Baru !

Assalamualaikum semua...Ape khabar?Ieyra harap semuanya sihat aje. :) Dah lama tak jengah blog ni.Dah berhabuk rasenya.Biaselah,masalah tak berhenti menduga :) Macam-macam yang kena hadapi...Kadang-kadang rasa give up da....Ni pun curi mase bukak blog dalam kelas audio video.Hahaha..pensyarah takde.So kita buat kerja sendiri la..hahaha.LOL.!..And topik hari ni adalah... BARU !
First thing bile sebut pasal baru ni...,dah lame rasenye blog ni tak diubahsuai..Actually..ieyra nak tukar background ..tapi i have no idea yang mana sesuai...So nak minta any suggestion daripada korang if ade background yang sesuai ,,kasi link ya :) .Jasa anda maat dihargai :)
Yang kedua..Baru-baru ni rasa mcam dah bosan main facebook.Rasa nak cari laman sosial lain (tak termasuk twitter ) ! Hehehehe.Guess what?One day,ade kawan cakap why not cuba satu laman sosial ni..Agak baru lagi...Same macam facebook tapi bukan facebook,Hahaha.(Familiar tak dengan ayat ni?Lol! HAHAHA..Ni linkyer..Korang boleh cuba! Agak menarik :)
http://www.myheppi.com/
Kalu dah buat,jangan lupe add ieyra ok :)

http://www.myheppi.com/Ieyra_Lavender/

That's all for this entry ! :) Thanks for reading ! See u guys at my heppi :) Assalamualaikum <3